Banyak sekali produk-produk bata ringan berbagi merk dengan
kualitas beda-beda. Sebelum berbicara merk anda harus mengetahui bahwa
sebenarnya ada dua jenis bata ringan yaitu CLC dan AAC. Perbedaannya adalah
dalam proses pengeringan jika CLC hanya melalui proses pengeringan manual
dengan sinar matahari langsung. Namun jika AAC menggunakan mesin open
berteknologi tinggi. Hasilnya pun beda. Bata ringan CLC mempunyai berat yang
lebih dibanding dengan AAC. Selain itu ukuran dari bata ringan juga beda-beda
misalkan 10x20x60 cm, 8x20x60 cm, 12.5x20x60 cm, 10x20x50 cm.
Kebutuhan bata ringan di setiap proyek tentu berbeda-beda
tergantung dari luas dinding yang ada di proyek tersebut. Salah satu kelebihan
dari bata ringan adalah proses pekerjaan yang cepat dan ringan sehingga banyak
sekali tukang yang lebih senang menggunakan material ini dibanding dengan bata
merah. Selain cepat juga tidak membutuhkan pasir sebagai perekat bata ringan
sehingga lebih praktis dan dari segi kebersihan tentu lebih memuaskan. Rasanya
tidak adil jika saya hanya berbicara tentang kelebihannya saja. Salah satu
kekurangannya adalah kurang kedap suara. Karena memang material ini mengandung
banyak pori atau rongga.
Nah setelah beberapa penjelasan di atas apakah anda yakin
akan tetap menggunakan bata ringan? Jika iya maka langsung saja pada intinya.
Saya akan berbagi sedikit ilmu untuk menghitung jumlah kebutuhan bata ringan
pada pekerjaan dinding dengan mudah dan simpel.
Untuk dinding 1 m2 membutuhkan 8,33 buah dengan ukuran
10x20x60 cm. Sebagai contoh untuk memasang dinding seluas 500 m2 maka membutuhkan
jumlah bata ringan = 500x8,33 = 4166.67 buah. Ditambah waste (buangan) sebesar
6% maka total = 4166.67 + (6%x4166.67) = 4416.67 buah. Jika dikonversi ke
kubikasi menjadi 54 kubik (1 kubik = 84 buah).
Pada paragraf di atas saya konversi terlebih dahulu ke
satuan kubik (m3) karena memang di dunia proyek untuk memesan bata ringan ke
supplier harus dengan satuan kubikasi. Karena supplier juga memberikan harga
per kubik. Mungkin cara menghitung kebutuhan bata ringan di atas bisa menjadi
pengetahuan buat teman-teman yang sekarang di dunia proyek atau pun kuliah.
Pada artikel selanjutnya akan dibahas tentang bagaimana cara menghitung semen
mortar untuk perekat bata ringan. Terima kasih

